
Blangkejeren — Pemerintah Kabupaten Gayo Lues kembali melaksanakan rangkaian kegiatan Safari Ramadhan yang pada kesempatan kali ini dipusatkan di Masjid Raya Asholihin Blangkejeren, Jumat malam (27/02/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah daerah yang dihadiri Kepala Dinas Syari’at Islam Kabupaten Gayo Lues, Zulfadli, S.Pd., yang menyampaikan sambutan mewakili Bupati Gayo Lues sebelum pelaksanaan shalat tarawih. Hadir pula Ketua Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren, Taufik Rahayu Syam, S.H.I., M.S.I., yang pada malam itu didaulat menyampaikan tausyiah Ramadhan.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Syari’at Islam sebagai perwakilan pemerintah menyampaikan permohonan maaf atas ketidak hadiran Bapak Bupati sekaligus menekankan agar amanat Bupati hari pertama tentang program prioritas Pemda agar bersama sama dilaksnakan.
Sementara itu, dalam tausyiahnya, Taufik mengangkat tema tentang “orang yang bangkrut di akhirat” atau muflis. Ia menukil hadis Rasulullah saw sebagaimana diriwayatkan dalam Sahih Muslim, yang menjelaskan bahwa orang yang bangkrut bukanlah semata-mata orang yang tidak memiliki harta, melainkan orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, zakat, dan berbagai amal ibadah lainnya, namun pernah berbuat zalim kepada sesama.
“Rasulullah saw menceritakan bahwa ada seorang hamba yang merasa memiliki banyak pahala. Namun di akhirat, banyak orang datang menuntut karena ia pernah mencaci, menuduh, memfitnah, bahkan menyakiti orang lain. Akhirnya pahala yang ia miliki diberikan kepada orang-orang yang pernah ia zalimi,” ujar Taufik di hadapan jamaah.
Ia melanjutkan, ketika pahala tersebut telah habis sementara masih ada tuntutan yang belum terselesaikan, maka dosa orang-orang yang pernah dizalimi justru dibebankan kepadanya. “Itulah orang yang bangkrut. Awalnya ia datang membawa banyak pahala, tetapi pada akhirnya justru menanggung dosa orang lain,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Taufik juga mengajak jamaah untuk menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum memperbaiki hubungan antarsesama, saling memaafkan, serta menyelesaikan hak-hak yang masih tertunda.
“Karena itu mari kita saling menghalalkan. Jangan sampai kelak di akhirat kita menjadi orang yang muflis, bangkrut karena kezaliman yang kita anggap kecil di dunia,” pesannya.
Keaktifan pimpinan Mahkamah Syar’iyah Blangkejeren dalam kegiatan Safari Ramadhan sekaligus perannya sebagai penceramah merupakan wujud pengabdian kepada masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan slogan insan peradilan agama, “hakim di mata hukum, ulama di mata umat.”
Kegiatan Safari Ramadhan malam itu berlangsung khidmat dan diakhiri dengan pelaksanaan shalat tarawih berjamaah. (Tim Media)